<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ferdykumbolo&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ferdykumbolo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ferdykumbolo.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Dec 2009 03:34:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ferdykumbolo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ferdykumbolo&#039;s Blog</title>
		<link>http://ferdykumbolo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ferdykumbolo.wordpress.com/osd.xml" title="Ferdykumbolo&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ferdykumbolo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Persija Jakarta</title>
		<link>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/12/03/persija-jakarta/</link>
		<comments>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/12/03/persija-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 05:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferdykumbolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arema Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Klub Di Liga Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Persija Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferdykumbolo.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=158&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/logo_persija.png"><img class="alignleft size-full wp-image-161" title="Logo_Persija" src="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/logo_persija.png?w=200&#038;h=200" alt="" width="200" height="200" /></a>Pada jaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija &#8220;baru&#8221; itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.<br />
2. Prestasi<br />
Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta<br />
Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta<br />
Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta<br />
Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta<br />
Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan<br />
Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan<br />
Tahun 1994, Peringkat Ke-12 Divisi Utama Wilayah Barat<br />
Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat<br />
Tahun 1996, Peringkat 10 Wilayah Barat<br />
Tahun 1998, Semifinalis<br />
Tahun 1999, Semifinalis<br />
Tahun 2001, Juara Liga Bank Mandiri<br />
Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri<br />
Tahun 2003, Peringkat 7 Liga Bank Mandiri<br />
Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri<br />
Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia<br />
Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia<br />
Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar<br />
Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3<br />
Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3</p>
<p>Itulah Sejarah Singkat tentang Persija Jakarta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferdykumbolo.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferdykumbolo.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferdykumbolo.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferdykumbolo.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ferdykumbolo.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ferdykumbolo.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ferdykumbolo.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ferdykumbolo.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferdykumbolo.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferdykumbolo.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferdykumbolo.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferdykumbolo.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferdykumbolo.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferdykumbolo.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=158&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/12/03/persija-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80022662ea7a3860b24b24dfa14a516d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ferdykumbolo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/logo_persija.png" medium="image">
			<media:title type="html">Logo_Persija</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arema Malang</title>
		<link>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/12/03/arema-malang/</link>
		<comments>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/12/03/arema-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 05:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferdykumbolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arema Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Klub Di Liga Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferdykumbolo.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Nama Arema adalah legenda Malang. Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut, yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=151&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/peryatan-ps-logo03062.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-152" title="peryatan-ps-logo03062" src="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/peryatan-ps-logo03062.jpg?w=149&#038;h=180" alt="" width="149" height="180" /></a>Nama Arema adalah legenda Malang. Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut, yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama.</p>
<p>Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara. Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi. Kemudian bisa menguasai Selat Malaka. Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam. Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.</p>
<p>Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema. Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema. Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang. Arema adalah akronim dari Arek Malang.</p>
<p>Arema kemudian menjelma mejadi semacam &#8220;subkultur&#8221; dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang. Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga. Selain tinju, sepakbola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya. Sehingga kelahiran tim sepakbola Arema adalah sebuah keniscayaan.</p>
<p>Kesebelasan Arema (Arema Football Club/Persatuan Sepakbola Arema nama resminya) lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepakbolaan di Malang. Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema bagai sebuah magnet bagi arek Malang. Stadion Gajayana &#8211;home base klub pemerintah itu&#8211; selalu disesaki penonton. Di mana Arema waktu itu ? Yang pasti, ia belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepakbola. Ia masih jadi sebuah &#8220;utopia&#8221;.</p>
<p>More<span id="more-151"></span></p>
<p>Adalah Acub Zaenal yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub galatama. Jasa &#8220;Sang Jenderal&#8221; tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu. &#8220;Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zaenal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden, Denpasar,&#8221; ujar Ovan. Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama. &#8220;You bikin saja (klub) Galatama di Malang,&#8221; kata Ovan menirukan ucapan Acub.</p>
<p>Beberapa hari setelah itu, Ir Lucky Acub Zaenal &#8211;putra Mayjen TNI (purn.) Acub Zaenal&#8211; mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya. &#8220;Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif,&#8221; katanya. Dari pembicaraan itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama. &#8220;Saya hanya punya pemain,&#8221; ujarnya. Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk &#8220;Derek&#8221; Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada &#8217;86.</p>
<p>Harus diakui, awal berdirinya Arematidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada-gabungan dari Armada dan Arema. Namun nama itu tidak bisa langgeng. Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86. Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.</p>
<p>Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive. Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH&#8211;almarhum&#8211;No 58. &#8220;Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus,&#8221; ujar Ovan mengisahkan.</p>
<p>Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul. &#8220;Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop),&#8221;imbuh Ovan. Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk ewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang. Segala tetek-bengek mulai pemain, tempat penampungan (mess pemain), lapangan sampai kostum mulai diplaning.</p>
<p>Bahkan, gerilya mencari pemain yang dilakukan Ovan satu bulan sebelum Arema resmi didirikan.Pemain-pemain seperti Maryanto (Persema), Jonathan (Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes Geohera (Mitra), sampai kiper Dony Latuperisa yang kala itu tengah menjalani skorsing PSSI karena kasus suap, direkrut. Pelatih sekualitas Sinyo Aliandoe, juga bergabung.</p>
<p>Hanya saja, masih ada kendala yakni menyangkut mess pemain. Beruntung, Lanud Abd Saleh mau membantu dan menyediakan barak prajurit Pas Khas untuk tempat penampungan pemain. Selain barak, lapangan Pagas Abd Saleh, juga dijadikan tempat berlatih. Praktis Maryanto dkk ditampung di barak. &#8220;TNI AU memberikan andil yang besar pada Arema,&#8221; papar Ovan.</p>
<p>Sempat ada kendala, yakni masalah dana &#8211;masalah utama yang kelak terus membelit Arema. &#8220;Kalau memang tidak ada alternatif lain, ya papimu Luk yang harus mendanai,&#8221; jelas Ovan saat mengantarnya ke Bandara Juanda. Sepulang dari Jakarta, Acub Zaenal sepakat menjadi penyandang dana.</p>
<p>Prestasi klub Arema bisa dibilang seperti pasang surut, walaupun tak pernah menghuni papan bawah klasemen, hampir setiap musim kompetisi Galatama Arema F.C. tak pernah konstan di jajaran papan atas klasemen, namun demikian pada tahun 1992 Arema berhasil menjadi juara Galatama. Dengan modal pemain-pemain handal seperti Aji Santoso, Micky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi dan eks pelatih PSSI M.Basri, Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia.</p>
<p>Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema F.C. tercatat pernah 3 kali masuk putaran kedua atau 8 besar. Yang pertama pada musim kompetisi Liga Indonesia ke II tahun 1995 , pada musim kompetisi Liga Indonesia ke VI tahun 2000 dan musim Liga Indonesia ke VII tahun 2001, Arema kembali mengulangi suksesnya masuk putaran 8 besar yang berlangsung di Jakarta.</p>
<p>Walaupun berprestasi lumayan, tapi Arema tidak pernah lepas dari masalah dana. Hampir setiap musim kompetisi masalah dana ini selalu menghantui. Sehingga tak heran hampir setiap musim manajemen klub selalu berganti. Pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim. Hal tersebut yang kemudian membuat Arema FC diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003.</p>
<p>Meski demikian, keberadaan Arema tetap tidak terselamatkan sehingga harus degradasi ke Divisi I. Tak lama kemudian, dengan materi dan dana dari pemilik baru, Arema berhasil menjadi juara Divisi I Liga Indonesia 2004 dan kembali berlaga di Divisi Utama pada musim kompetisi 2005.</p>
<p><strong>Pelatih-Pelatih Sebelumnya</strong></p>
<ul>
<li>Sinyo Aliandoe (1987-1989)</li>
<li>Teguh M Andi (1989-1991)</li>
<li>M Basri (1991-1993)</li>
<li>Gusnul Yakin (1993)</li>
<li>Suharno (1993)</li>
<li>Rudy Keltjes-Gusnul Yakin (1997-1998)</li>
<li>M Basri (1999-2000)</li>
<li>Daniel Rukito (2000-2001)</li>
<li>Hamid Asnan (alm) (2001)</li>
<li>Daniel Rukito (2002-2003)</li>
<li>Terry Wetton (Australia) &#8211; Gusnul Yakin (2003)</li>
<li>Henk Wullems (2003)</li>
<li>Benny Dollo (2004-sekarang</li>
</ul>
<p>Foto Skuad Arema</p>
<p><a href="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/arema-malang-2010.jpeg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-154" title="arema-malang-2010" src="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/arema-malang-2010.jpeg?w=300&#038;h=125" alt="" width="300" height="125" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferdykumbolo.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferdykumbolo.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferdykumbolo.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferdykumbolo.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ferdykumbolo.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ferdykumbolo.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ferdykumbolo.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ferdykumbolo.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferdykumbolo.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferdykumbolo.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferdykumbolo.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferdykumbolo.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferdykumbolo.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferdykumbolo.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=151&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/12/03/arema-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80022662ea7a3860b24b24dfa14a516d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ferdykumbolo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/peryatan-ps-logo03062.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peryatan-ps-logo03062</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/arema-malang-2010.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">arema-malang-2010</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Klub Di Liga Indonesia</title>
		<link>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/12/03/klub-di-liga-indonesia/</link>
		<comments>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/12/03/klub-di-liga-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 03:55:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferdykumbolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Klub Di Liga Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferdykumbolo.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana mengubah iklim sepak bola nasional menjadi kondusif dan atraktif? Jawabnya, visi dan misi PSSI harus diubah sesuai dengan iklim sepak bola internasional. Dengan demikian, struktur kepengurusan PSSI harus dibuat seramping mungkin dan diisi oleh orang- orang profesional di bidangnya. PSSI dan seluruh jajarannya hingga level terbawah, termasuk afiliasinya (klub dan perserikatan) harus dijauhkan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=144&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/li.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-147" title="li" src="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/li.jpg?w=104&#038;h=104" alt="" width="104" height="104" /></a> Bagaimana mengubah iklim sepak bola nasional menjadi kondusif dan atraktif? Jawabnya, visi dan misi PSSI harus diubah sesuai dengan iklim sepak bola internasional. Dengan demikian, struktur kepengurusan PSSI harus dibuat seramping mungkin dan diisi oleh orang- orang profesional di bidangnya. PSSI dan seluruh jajarannya hingga level terbawah, termasuk afiliasinya (klub dan perserikatan) harus dijauhkan dari orang- orang yang berkecimpung dalam partai politik.</p>
<p>Dengan terlibatnya orang- orang yang berkualitas dan profesional di bidangnya, PSSI secara langsung dapat menciptakan iklim yang baik bagi perkembangan sepak bola nasional.</p>
<p>Aturan yang jelas dan dijalankan secara konsekuen serta sistem kompetisi yang baik, teratur, dan berjenjang adalah satu- satunya jalan bagi sepak bola nasional menuju pentas dunia.</p>
<p>Kita perlu menyambut baik dibentuknya Badan Liga Indonesia (BLI), sebuah badan otonom yang akan menjalankan roda kompetisi mendatang. Kita berharap eksistensi BLI bisa membawa perubahan, meski lingkungan luasnya belum ada tanda-tanda perubahan.</p>
<p>Tugas pertama yang harus dituntaskan oleh BLI adalah sistem kompetisi yang paling layak bagi negara seluas Indonesia. Adakah sistem kompetisi saat ini yang meniadakan degradasi bagi dua atau tiga tim terbawah akan dilanjutkan? Ataukah menata kembali sistem kompetisi Liga Indonesia, minimal sama, seperti yang dilakukan negara-negara maju di bidang sepak bola?</p>
<p>Setelah jelas format kompetisi yang akan dijalankan, adalah tugas BLI menyosialisasikan kepada publik dalam artian luas, termasuk berbagai perangkat aturan yang bila dilanggar akan memperoleh hukuman tegas.</p>
<p>Sebagai badan otonom, sungguh positif bila BLI juga menyusun aturan bagi terbukanya peluang investasi asing dalam klub-klub maupun perserikatan di Indonesia. Hal ini sangat menarik, di satu sisi BLI ikut menyukseskan program pemerintah dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi.</p>
<p>Juga, dampak positif lainnya yang diperoleh adalah klub-klub dan perserikatan yang kepemilikannya sudah dikuasai oleh investor pastinya akan dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip good corporate governance yang menjunjung tinggi profesionalitas dan profit oriented.</p>
<p>Dengan tata kelola yang baik, klub-klub maupun perserikatan berkepentingan akan prestasi tinggi, pasokan pemain berkualitas, pelatih nomor wahid, dan iklim kompetisi sehat.</p>
<p>Syarat utama untuk masuknya investor untuk berinvestasi di klub dan perserikatan adalah konsistensi dan kepastian pelaksanaan kompetisi. Karena hanya dengan kepastian, semuanya bisa terukur dan terhitung secara akurat. Selain itu, perlu kiranya insan sepak bola Indonesia meminta kepada pemerintah insentif fiskal, dengan meniadakan pajak tontonan, juga kemudahan atau penghapusan biaya perizinan pertandingan.</p>
<p>Apabila klub dan perserikatan sudah diprivatisasi dengan masuknya investor lokal maupun asing, kita tidak akan lagi menemukan kompetisi Liga Indonesia tertunda karena adanya pilkada ini itu. Dan kecil kemungkinan terjadinya tindakan anarkis oleh pendukung sebuah klub maupun perserikatan, mengingat bila hal itu terjadi, tuan rumah akan kehilangan potensi pemasukan karena adanya aturan yang tegas soal itu.</p>
<p>Maka, kita boleh bermimpi pada suatu saat sepak bola Indonesia menoreh prestasi di pentas dunia. Kalau seperti sekarang, saya melarang pembaca untuk bermimpi, meski sedetik pun!</p>
<p>Lanjut<span id="more-144"></span></p>
<p>Masalah dana masih menjadi faktor penghambat utama perkembangan liga di Indonesia. Pro-kontra masalah penggunaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masih terus bergulir. Bahkan ada sejumlah klub yang mengancam mundur jika tanpa ada sokongan dari dana APBD.</p>
<p>Meski begitu, geliat klub-klub ISL pada bursa transfer kali ini cukup signifikan. Terbukti klub-klub seperti Persija Jakarta, Sriwijaya FC, dan Persisam Samarinda terus berbenah dengan mendatangkan pemain-pemain papan atas Indonesia.</p>
<p>Dengan menekan biaya transfer, sejumlah klub Indonesia berusaha memenuhi kebutuhan pemain mereka. Masuknya Edy Joenardi Group sebagai sponsor utama Persija musim depan, membuat klub Ibu Kota tersebut membatalkan niatnya untuk merger dengan Persitara Jakarta Utara. Kini Persija sedang berusaha keras untuk membenahi skuad.</p>
<p>Langkah pertama Persija kemungkinan adalah memastikan status bomber Bambang Pamungkas. Striker yang akrab dipanggil BP itu memang sempat dikabarkan akan dilepas, namun kini Persija, melalui PT Persija Jaya, perusahaan yang memotori Persija di ISL, tampaknya akan mempertahankan BP. Dengan satu catatan, mantan striker FC Selangor tersebut mau menurunkan nilai kontrak.</p>
<p>Langkah ambisius lain Persija adalah mendatangkan kiper tim nasional Singapura Leonel Lewis dan gelandang asal Thailand Sutee Suksomkit. Tim <em>Macan Kemayoran</em>juga telah mendapatkan pelatih asal Portugal Alberto Rafael Soerio Gomes. Kabarnya Persija juga telah mengamati 48 pemain lainnya.</p>
<p>Tim lain yang serius berbenah adalah mantan juara liga Indonesia 2008 Sriwijaya FC. Bahkan tim <em>Laskar Wong Kito</em> membentuk Tim Lima, tim yang bertugas mencari pemain guna membenahi tim SFC, yang gagal di ISL tahun lalu.</p>
<p>Hingga saat ini, SFC telah berhasil mendapatkan Rahmad ‘Poci’ Rivai dari Persitara, Ponaryo Astaman (Persija), Arif Suyono (Arema Malang), dan Ngurah Wahyu Trisnajaya.</p>
<p>SFC, yang mempersiapkan dana Rp 16 miliar untuk melakukan pembelian pemain saat ini, kabarnya juga hampir pasti mendapatkan Ismed Sofyan, yang akan dilepas Persija.</p>
<p>Kalaupun ada klub yang benar-benar serius mengarungi ISL musim depan, mungkin klub tersebut adalah Persisam Samarinda. Betapa tidak, klub promosi ini membeli sejumlah pemain papan atas Indonesia.</p>
<p>Untuk pemain dalam negeri Persisam membeli kiper Wawan Darmawan (Persita), Hamka Hamzah, Usep Munandar, M Roby (Persik Kediri), Supriyadi (Persita), Panggah, Agung Suprayogi (Persih Tembilahan), Achmad Sembiring, Fandi Mochtar (Arema Malang), Akbar, Gantar, Zamroni (Persikota), Abdi Gusti (Persema), dan Zaenal Arif (Persib Bandung).</p>
<p>Sedangkan untuk pemain asing Persisam telah mendapatkan Jaques Tsimi (Sriwijaya FC), Danilo Fernando (Deltras), dan Ronald Fagundez (Persik).</p>
<p>Nama-nama klub lain seperti Persib, Persitara, dan Persebaya Surabaya memang sedang berusaha keras untuk menutupi kekurangan dana operasional musim depan, namun mereka juga tidak mau ketinggalan pada bursa transfer kali ini.</p>
<p>Persebaya contohnya, berusaha keras untuk mendapatkan pemain asing seperti Leonardo Martins Zada. Selain itu Persebaya, yang promosi ke ISL musim depan, juga berusaha mempertahankan pemain gaek seperti Mat Halil dan Anang Maruf.</p>
<p>Sejumlah klub lainnya juga terus berusaha membenahi tim agar mampu bersaing di ISL musim depan. Persik kabarnya sedang berusaha mendapatkan John Takpor (Persitara) dan Redouane Barkaoui (Persiwa Wamena).</p>
<p>Kondisi berbeda dilakukan Persipura Jayapura. Kampiun ISL musim lalu tampaknya masih adem-ayem di bursa transfer kali ini. Pasukan Jacksen F Tiago tampaknya masih ingin menikmati keberhasilan meraih gelar juara ISL musim lalu.</p>
<p>Berbenahnya klub-klub ISL dengan mendatangkan pemain baru meski keadaan klub dalam kondisi kesulitan dana, menandakan tim-tim di Tanah Air ini ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya, tidak ingin hanya menjadi pelengkap.</p>
<p>Mudah-mudahan niat itu bisa menjadikan ISL, sebagai ajang sepak bola tertinggi di Indonesia, bisa menyuguhkan persaingan yang lebih menarik daripada ricuh di lapangan.</p>
<p><a href="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/pssi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-148" title="pssi" src="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/pssi.jpg?w=124&#038;h=116" alt="" width="124" height="116" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferdykumbolo.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferdykumbolo.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferdykumbolo.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferdykumbolo.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ferdykumbolo.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ferdykumbolo.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ferdykumbolo.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ferdykumbolo.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferdykumbolo.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferdykumbolo.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferdykumbolo.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferdykumbolo.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferdykumbolo.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferdykumbolo.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=144&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/12/03/klub-di-liga-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80022662ea7a3860b24b24dfa14a516d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ferdykumbolo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/li.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">li</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/pssi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pssi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Jak Mania</title>
		<link>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/11/03/the-jak-mania/</link>
		<comments>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/11/03/the-jak-mania/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferdykumbolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aremania]]></category>
		<category><![CDATA[Suporter Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[The Jak Mania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferdykumbolo.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan. Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=122&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/jak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-124" title="JAK" src="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/jak.jpg?w=156&#038;h=156" alt="" width="156" height="156" /></a>The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.</p>
<p>Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter.</p>
<p>Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.</p>
<p>Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.</p>
<p>Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.</p>
<p>Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi  The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.</p>
<p>Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil).</p>
<p>Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.<span id="more-122"></span></p>
<p>Gue masih inget dulu waktu gue kecil Persija itu cuma tim gurem dan gak punya suporter yang berarti..<br />
Kenapa bisa begitu? Sepertinya sih menurut pikiran gue Persija itu gak punya suporter karena pada saat itu Suporter yang ada dilandasi oleh semangat kedaerahan?<br />
So buat Persija yang notabene ada di wilayah ibukota sangat kesepian suporter karena ibukota itu isinya pendatang semua..<br />
Jadi suporter yang ada di Ibukota malah biasanya dukung tim lain saat bertandang ke Persija.. dan keliatan banget kalo Persija emang ga punya suporter.. <img src="http://www.bluefame.com/style_emoticons/yahoo/BigGrin.gif" border="0" alt="BigGrin.gif" /></p>
<p>Tapi sekarang? Jauh beda.. Suporter dari klub lain pun bakalan ngacir kalo ngeliat The Jak karena jumlah mereka yang jauh lebih besar..<br />
Masih inget kan kasus Persib yang nggak mau main di Lebak Bulus karena pada saat latihan pun sudah dihadang sama The Jakmania?<br />
Atau kasus Bonek yang dateng ke Jakarta namun akhirnya pada pulang kampung lagi karena Persebaya mengundurkan diri dari Liga Indonesia untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan?<br />
Wah.. Gue aja sampe lucu ngeliatnya.. Padahal dulu itu bonek dari Persebaya merupakan suporter yang paling ditakuti dan solid.. Dateng ke Jakarta tanpa bawa apa-apa pun mereka berani.. Tapi sekarang kayaknya kondisinya sudah berubah bung..</p>
<p>Kenapa keadaan bisa berubah 180 derajat begini?</p>
<p>Kalo menurut teori gue begini bung..</p>
<p>1. Anak-anak dari pendatang di Jakarta tersebut sudah mulai beranjak remaja/dewasa dan mereka butuh tim idola.. So karena mereka merasa lahir di Jakarta, jadi mereka merasa kalo Persija adalah milik mereka.. Jadi kebayang kan berapa jumlah suporter Persija sekarang ini? Bayangin aja 5 kotamadya (Jaktim, Jakpus, Jakut, Jaksel, dan Jakbar) digabung untuk mendukung tim yang sama.. Jumlah suporter yang sangat banyak kalau gue bilang.</p>
<p>2. Klub-klub kesebelasan yang awalnya ada di Jakarta pada pindah. Contohnya Pelita Jaya dulu adalah penguasa stadion Lebak Bulus pada saat kompetisi Liga Indonesia belum ada dan masih dibawah kompetisi Galatama (Liga Sepakbola Utama) namun pada tahun (berapa gue lupa lagi..) sempet pindah ke Solo? dan pindah lagi ke Cilegon terus berubah nama menjadi Pelita KS, namun sekarang karena terdegradasi dari Liga Indonesia mereka pindah ke Lampung dan berubah nama kembali menjadi Pelita Jaya dibawah manajemen Bakrie Brothers. Kemudian Persijatim yang dulunya adalah Persija untuk Jaktim pindah ke Solo dan sekarang pindah ke Palembang jadi Sriwijaya FC. Intinya adalah.. Cuma ada satu klub di kota sebesar Jakarta.. Coba aja bayangin Tangerang aja ada dua klub (Persita dan Persikota).. Ini yang bikin keadaan suporter The Jak jadi jauh lebih besar..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferdykumbolo.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferdykumbolo.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferdykumbolo.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferdykumbolo.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ferdykumbolo.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ferdykumbolo.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ferdykumbolo.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ferdykumbolo.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferdykumbolo.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferdykumbolo.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferdykumbolo.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferdykumbolo.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferdykumbolo.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferdykumbolo.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=122&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/11/03/the-jak-mania/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80022662ea7a3860b24b24dfa14a516d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ferdykumbolo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/jak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JAK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bluefame.com/style_emoticons/yahoo/BigGrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">BigGrin.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aremania</title>
		<link>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/11/03/aremania/</link>
		<comments>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/11/03/aremania/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:36:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferdykumbolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aremania]]></category>
		<category><![CDATA[Suporter Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferdykumbolo.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[MENGENANG suatu siang, jauh di belakang sana, pada hari-hari awal masa Kampanye Pemilu 1992 di sekitar alun-alun bunderan Malang. Iring-iringan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan seragam serba hijau berteriak-teriak sambil menunjuk-nunjuk gambar bintang. Ada nada marah di wajah mereka, juga dendam. Pemilu 1992 memang masih sekedar sandiwara, tak perduli dukungan sebesar apapun sudah jelas Golkar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=120&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<blockquote><p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><a href="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/aremania1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-134" title="Aremania" src="//ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/aremania1.jpg?w=213&#038;h=300" alt="" width="213" height="300" /></a><strong> </strong></span></p>
<p><strong>MENGENANG suatu siang, jauh di belakang sana, pada hari-hari awal masa Kampanye Pemilu 1992 di sekitar alun-alun bunderan Malang. Iring-iringan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan seragam serba hijau berteriak-teriak sambil menunjuk-nunjuk gambar bintang. Ada nada marah di wajah mereka, juga dendam. Pemilu 1992 memang masih sekedar sandiwara, tak perduli dukungan sebesar apapun sudah jelas Golkar menang mutlak. Dan pawai kampanye jadi salah satu ajang pelampiasan kekesalan, seperti terlihat dari iringan massa PPP. Di pinggir, orang-orang menyambut riang, seraya mengangkat tangan tinggi-tinggi. Hanya sekian menit kemudian mendadak wajah mereka berubah pucat, tatkala dari arah berlawanan muncul pula arak-arakan Golkar, berwarna kuning dan lambang pohon beringin; musuh bebuyutan!</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>&#8220;Wah, ruwet iki pasti tawuran,&#8221; celutuk mereka yang di pinggir jalan sambil beranjak menjauh dari kemungkinan bentrokan. Semakin mendekat arak-arakan, aroma amuk pun terasa menyebar. Kedua gerombolan pasang kuda-kuda. Besi, pentungan, batu, rantai, sudah ditangan. Hujatan, cacian dan provokasi mulai keluar. &#8220;Golkar keat, dancuk!&#8221; PPP bedes! Kerek!&#8221;</strong><strong></strong></p>
<p><strong>Seperti diduga, batu-batu melayang. Bagaimanapun dalam situasi chaostik itu, masih ada yang berupaya tetap dingin &#8211;turun dari truk dan melerai massa masing-masing. &#8220;Hop, hop! (berhenti,berhenti!) Dancuk, keat kabeh! (Dancuk, semua tai!) Iki podo Ngalam, podo Arema, kok tarung! (Sesama warga Kota Malang, sesama Arema, kok berkelahi!) Ayo salaman!&#8221; Suasana amok mencair drastis. &#8216;Arema&#8217; rupanya bertuah, punya magis, seperti imam yang harus dipatuhi. &#8216;Arema&#8217; menyebar senyum, menggali kekerabatan dan kedua rombongan melanjutkan perjalanan, seolah tidak ada lagi tarung kepentingan politik. Arema?</strong><strong></strong></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong><br />
</strong> </span><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>*** Lanjut</strong><span id="more-120"></span><br />
</span></p></blockquote>
</blockquote>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>Arema; Arek Malang atau anak Malang. Sedangkan Ngalam kebalikan Malang, kota yang tak begitu kecil dan tak begitu besar, penghasil apel hijau yang asem-asem manis, dan dulu pernah bercuaca amat sejuk. Malang, hanya sekitar satu jam perjalanan dari Ibukota Propinsi Jawa Timur, Surabaya, namun menempatkan jurang yang cukup jauh dalam karakter komunitas, paling tidak komunitas anak muda.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>Semula Arema digunakan sebagai identitas anak-anak muda asal Malang pada tahun 70-an dan awal 80-an, khususnya bagi yang merantau Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Istilah itu juga akrab di kalangan geng-geng anak muda Malang, yang saat itu sedang menggejala. Belakangan, kata Arema dipakai resmi jadi nama klub sepakbola profesional Malang yang didirikan pertengahan tahun 80-an. Pendirinya mantan Gubernur Irian Jaya, Acub Zainal. Arema makin menjulang, dan menjadi kebanggaan anak-anak muda di kota, yang dijuluki sebagai kota kaum pensiunan itu, setelah Arema memenangkan Piala Galatama 1987. Bayangkan betapa besarnya makna Arema yang terangkat oleh sebuah klub sepakbola pendatang baru dari sebuah kota ukuran menengah, Malang, yang menjungkirkan nama-nama besar macam Niac Mitra Surbaya maupun Pelita Jakarta.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>Kebesaran Arema terus terpelihara sampai sekarang. Jangan heran, hampir di semua sudut kota Malang, termasuk di gang-gang sempitnya, diriuhi coret-coret logo klub Arema ; singa mengaum dengan dasar biru tua. &#8221;Kegilaan mereka terhadap klub sepakbola kesayangannya, mirip kegilaan fans sepakbola manca negara,&#8221; ungkap wartawan Kompas, Putu Fajar Arcana, yang bukan asli Malang, waktu melukiskan ekpresi penggila bola kota Malang. Dia menulis, &#8220;Jangan diragukan lagi sepakbola bagi masyarakat Malang ibaratnya rokok bagi lelaki. Olahraga &#8216;rakyat&#8217; ini menjadi keseharian yang serius. Bahkan dianggap sebagai ekspresi &#8216;kejantanan&#8217;. Bisa jadi penilaian wartawan tadi agak berlebihan, tapi ada benarnya jika menengok Arema menggelar pertandingan di Stadion Gajayana, Malang. Stadion yang berkapasitas 17.000 orang itu dipadati sampai lebih 25.000 orang. Belum lagi, aktivitas pendukung resminya yang mencapai 25.000, dengan &#8216;perwakilan&#8217; yang dapat dijumpai di Jakarta, Denpasar atau Batam.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>Salah satu contoh konkrit tatkala PS Arema, yang kini dikelola Lucky Zainal, berhasil melaju ke delapan besar Liga Sepakbola di Stadion Senayan tahun lalu. Ketimbang penggila peserta delapan besar yang lain, kehadiran suporter Arema paling semarak penampilannya, sehingga hampir semua media terbitan Jakarta saat itu mengangkat khusus gejala itu. Sebuah tabloid mingguan olahraga malah menampilkan foto ekspresi para Aremania dalam dua halaman penuh. Lebih dari itu, seorang penggila bola yang melihat lewat layar kaca kecele mengira ekpresi Aremania di stadion senayan itu adalah penggila bola asal Inggris. &#8220;Tak hanya rancangan kostum yang menarik,&#8221; tulis Harian Kompas,&#8221; tetapi juga lagu-lagu ciptaan mereka sendiri untuk mengangkat moral timnya.&#8221;<br />
</strong> </span><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>***</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>Lantas apa hubungan antara kejadian di sebuah siang Kampanye Pemilu 1992 dengan Aremania? Ekspresi &#8216;kegilaan&#8217; penggemar sepakbola di Malang jelas bisa terjadi di kota mana saja, terutama di kota-kota di mana sepakbola dinisbatkan seolah sebagai iman, sebagai agama, macam di Brazil atau Inggris. Fenomena seperti itu barangkali juga terlihat di komunitas bola di Makasar, Surabaya, atau Medan. Namun, tatkala kegilaan itu &#8212; melalui identifikasi Aremania sepakbola &#8212; menjadi sebuah semacam &#8216;kanalisasi&#8217; konflik atau apalah -yang jelas bisa meredakan konflik&#8211; tentu membuka banyak penafsiran.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>Ada banyak contoh dari pengaruh langsung identifikasi lewat Arema dalam meminimalkan bentrokan atau gesekan antar kelompok masyarakat di Malang. Peredaman seperti kejadian Kampanye Pemilu 1992, antara Golkar yang super kuat dengan PPP yang merasa tertipu, acap terulang. Lantas saat kecamuk kerusuhan 1998 yang melanda sejumlah kota-kota lain, ternyata Malang, yang sudah dipadati pertokoan dengan 48 kampus dan 100.000 mahasiswa, luput dari aksi penjarahan dan demonstrasi anarkis. &#8220;Dengan memakai pendekatan ala Arema,&#8221; ujar petinggi kota itu, saat ditanya resep pengamanan. Rupanya, saat itu ribuan preman dikumpulkan melalui perkumpulan suporter Arema, dan ditugaskan mengamankan kota. Berhasil. &#8220;Fenomena Aremania berkembang ke arah kepentingan ekonomi, sosial dan politik, dan bahkan keamanan,&#8221; komentar sejumlah pengamat sosial atas kejadian itu.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>Tentu proses identifikasi Aremania tidak begitu saja terjadi tanpa proses yang panjang. Makin mengentalnya identifikasi itu tak luput dari penggunaan bahasa walikan (balikan) di antara komunitas anak-anak muda Malang. Tidak diketahui secara secara persis kapan kebiasaan bahasa walikan itu dimulai. Ada yang bilang kebiasaan berbahasa seperti itu dimulai oleh anggota geng-geng Malang pada awal 70-an. Yang jelas melalui bahasa prokemnya anak-anak Malang, kata pengamat sosial budaya Universitas Negeri Malang (UM) Dr Djoko Sardjono, bahasa walikan makin mengentalkan proses identifikasi Aremania. Bahkan, mengutip Dr Djoko Sardjono, &#8220;Aremania sudah menjadi semacam subkultur, di mana terdapat persamaan emosi yang guyub di antara komunitas.&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>Saya sendiri pernah &#8216;diselamatkan&#8217; oleh bahasa walikan khas Malang. Waktu itu di Stasiun Senen, Jakarta, saya ingin pulang kampung ke Malang tapi kehabisan tiket dan berdiri bingung di salah satu pintu masuk gerbong. Tiba-tiba muncul seseorang, berpenampilan menyeramkan, dan memang menodong saya minta duit. Tahu kalau dialeknya khas Malang, saya langsung menyergap dengan bahasa walikan. &#8220;Aku kadit ojir, jes!&#8221; (Aku tidak punya uang, mas!). Sekonyong-konyong dia pasang muka manis. Urusan selesai. Bagi anak-anak Malang, sudah jadi pegangan agar menggunakan bahasa walikan di kawasan Blok M supaya bebas dari tekanan para preman asal Malang yang memang banyak berlalu-lalang di sana.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>Terhadap fenomena identifikasi aremania itu, muncul bermacam analisa. Sebagian pengamat &#8211;dengan sedikit genit dan bagi beberapa orang mungkin terasa berlebihan&#8211; mengkaitkan hal itu secara kultural dengan fenomena proletar yang disimbolkan dalam diri Ken Arok, Raja Singosari pertama dari jaman abad ke 12 silam. Bekas kerajaan Singosari ini terletak di kecamatan Singosari, sekitar lima belas menit dari Pusat Kota Malang. Kata mereka, latar belakang Ken Arok adalah raja jelata, dan berhasil memfusikan berbagai kekuatan para preman, sekaligus para pendeta untuk melawan kerajaan Kediri. &#8220;Sepenggal sejarah itu, paling tidak menjelma dalam spirit Aremania. Paling tidak terlihat, saat Aremania menjadi benteng kota yang efektif untuk melawan perusuh saat reformasi bergulir,&#8221; kata pengamat budaya Dwi Tjahyono (Kompas, 15 Desember 2000).</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong>Analisa yang mungkin tergolong standard, dari para sosiolog -yang buat saya tamatan Ilmu Administrasi Negara Univeristas Brawijaya terasa masuk akal juga&#8211; adalah bahwa fenomena Aremania disokong oleh suatu kesadaran bersama (kolektif) atas dasar persamaan emosi tentang betapa pentingnya melakukan identifikasi. Dan itu ditemukan anak-anak Malang melalui sebuah permainan sebelas orang dalam menendang dan merebut sebuah benda bundar. Olahraga khas orang-orang bawah itu kemudian dibungkus dalam sebuah kata yang sebelumnya sudah hidup di Malang secara sosial; Arema, dan kemudian dijahit lebih kuat lagi dengan bahasa walikan. Kaum muda Malang pun identik dengan sepakbola, Arema, dan bahasa walikan. Itulah dia Aremania.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><strong><br />
</strong></span></p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferdykumbolo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferdykumbolo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferdykumbolo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferdykumbolo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ferdykumbolo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ferdykumbolo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ferdykumbolo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ferdykumbolo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferdykumbolo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferdykumbolo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferdykumbolo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferdykumbolo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferdykumbolo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferdykumbolo.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=120&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/11/03/aremania/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80022662ea7a3860b24b24dfa14a516d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ferdykumbolo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="//ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/aremania1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Aremania</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suporter Indonesia</title>
		<link>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/11/03/suporter-indonesia/</link>
		<comments>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/11/03/suporter-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferdykumbolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suporter Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferdykumbolo.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa mungkin hanya Indonesia saja yang memiliki jumlah supporter sepakbola terbesar didunia. Dengan jumlah penduduk 210 juta jiwa, banyak potensi sumber daya supporter yang dapat diserap. Ditambah dengan adanya budaya yang sudah mengakar di masyarakat bahwa hanya sepakbola-lah olahraga paling populer di Indonesia terlepas dari semakin buruknya prestasi Timnas kita. Bacalagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=117&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/ina.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-141" title="ina" src="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/ina.jpg?w=104&#038;h=104" alt="" width="104" height="104" /></a>Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa mungkin hanya Indonesia saja yang memiliki jumlah supporter sepakbola terbesar didunia. Dengan jumlah penduduk 210 juta jiwa, banyak potensi sumber daya supporter yang dapat diserap. Ditambah dengan adanya budaya yang sudah mengakar di masyarakat bahwa hanya sepakbola-lah olahraga paling populer di Indonesia terlepas dari semakin buruknya prestasi Timnas kita.</p>
<p>Bacalagi<span id="more-117"></span></p>
<p>Khusus, saya ingin sedikit menyoroti fenomena supporter sepak bola di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Fenomena ini begitu menarik untuk ditulis oleh saya karena ada beberapa hal yang sedikit diluar nalar saya, yakni:<br />
1. Atribut Supporter<br />
Kalau anda pernah menonton pertandingan-pertandingan sepakbola Liga Indonesia di stadion atau televisi pasti akan menemukan sebuah kerumunan manusia di tribun barat dan timur. Di tribun-tribun inilah semua kelompok supporter sebuah klub berkumpul untuk mendukung klubnya masing-masing. Ada S-Man untuk Sriwijaya FC, JakMania untuk Persija, Aremania untuk Arema Malang, Bobotoh untuk Persib Bandung dan sebagainya. Tidak sampai disitu saja, salah satu hal mencolok yang membedakan mereka dengan supporter lainnya adalah atribut yang mereka pakai. Ada dari mereka yang memakai syal, topi, jersey klub sampai rela mengecet seluruh tubuhnya dengan warna klub idolanya. Di samping itu mereka juga memakai warna yang sama sesuai warna klub di setiap pertandingan sehingga terciptalah sebuah kumpulan warna besar yang mencolok untuk dipandang mata.</p>
<p>Sampai disini, mungkin bagi anda tidak ada yang salah tapi beda halnya jika saya melihatnya. Saya adalah salah satu dari sekian banyak pecandu bola di Indonesia dan sangat mencintai salah satu klub dari daratan Eropa. Ketika saya mencoba untuk berpikir secara rasional dalam menyikapi hal tersebut, bukan sebuah solusi yang saya dapatkan akan tetapi sebuah rasa berbeda dari apa yang saya sebut sebagai “HAL YANG IDEAL”. Mungkin karena telah terlalu banyak menonton pertandingan sepakbola diluar negeri, maka tanpa disadari tercipta budaya yang sama pula dengan mereka. Ketika saya menonton pertandingan sepak bola diluar negeri, saya jarang bahkan hampir tidak pernah menemukan sekelompok supporter memakai atribut klub secara berlebihan. Memakai jersey klub, jeans, sneaker, syal dan kadang-kadang jaket sudah cukup bagi mereka di sana. Tidak ada yang perlu ditonjolkan dari penampilan tersebut selain kecintaan yang mendalam di hati mereka. Di kesempatan lain, pemakaian atribut sebuah klub secara berlebihan memang dianjurkan untuk beberapa pertandingan besar saja, seperti ajang Piala Dunia, final kejuaraan atau final liga tertentu dan pada dasarnya tidak untuk pertandingan reguler Liga Nasional. Anda bisa buktikan jika anda menonton Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Jerman, Liga Italia dan sempatkan mata anda untuk melihat sejenak atribut-atribut supporter disana.</p>
<p>Masalah banner-banner yang bertebaran diseantero stadion Indonesia juga sedikit menganggu saya. Banner-banner tersebut bukan berukuran kecil namun berukuran sangat besar dan lebar. Sepertinya ini luput dari perhatian pihak penyelenggara atau panitia pelaksana pertandingan. Sekilas hal tersebut sepele tapi tidak bagi sponsor-sponsor. Pihak sponsor membelanjakan uangnya bermiliar-miliar di Liga Indonesia untuk sekedar memajangkan produknya dilapangan dengan harapan pemirsa di rumah atau stadion tertarik untuk membeli produk mereka. Nah, dengan adanya banner berukuran raksasa maka space atau ruang bagi sponsor untuk dilihat produknya olah masyarakat menjadi berkurang dan dapat menimbulkan pemindahan ketertarikan penonton untuk lebih membaca banner daripada papan iklan sponsor dipinggir lapangan. Sebagai bahan perenungan, Liga-Liga Utama Eropa telah menerapkan aturan-aturan tertentu yang memperbolehkan banner-banner untuk dapat masuk ke stadion. Bahkan Liga Inggris, melarang supporter untuk mempertontonkan banner berukuran besar dan persuasif selama pertandingan dan dengan pengecualian boleh dikibarkan sebelum atau sesudah pertandingan selesai. Tampak benar semua kepentingan supporter, penyelenggara dan sponsor dijamin karenanya anda tidak akan menemukan banner-banner raksasa bertebaran tanpa kontrol di stadion Inggris.</p>
<p>Untuk instrumen alat musik yang di Indonesia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari supporter sepakbola, di Eropa, beberapa kelompok supporter telah menghilangkan tradisi tersebut. Dimulai dengan Irriducibili Lazio di akhir 1980-an dengan tidak lagi menggunakan alat musik seperti terompet atau drum dan kemudian diikuti oleh kelompok-kelompok supporter lainnya di Italia. Di Inggris sendiri, tradisi alat musik telah lama hilang dan digantikan oleh nyanyian saja (anthem). Di Indonesia, anda dapat membuktikannya sendiri. Saya kadang bingung saya sedang menonton pertandingan sepakbola atau drum band.</p>
<p>Kemudian, tempat berkumpul suppoter Indonesia juga ingin saya soroti. Hampir seluruh supporter Indonesia berkumpul di tribun barat atau timur yang notabene lebih mahal sedikit daripada tribun utara atau selatan. Bukannya semangat anti-kemapanan menjadi simbol pergolakan supporter dunia. Di belahan dunia lainnya, tempat berkumpul para supporter justru dibagian yang paling tidak ingin ditempati oleh supporter Indonesia yakni, Tribun Utara dan Selatan. Alasan supporter di sana adalah semata-mata masalah uang disamping telah menjadi tradisi disana yang mengharuskan kelompok supporter fanatik harus berkumpul ditribun utara atau selatan. Contohnya adalah Irriducibili Lazio yang tak akan pernah beranjak dari Curva Nord (Tribun Utara) dan rival utamanya CUCS Roma di Curva Sud (Tribun Selatan). Diantara mereka telah terjalin suatu perjanjian tak tertulis untuk tidak pernah meninggalkan tribunnya masing-masing selamanya. Oleh sebab itu, jika ada pertandingan Lazio maka tribun utara hanya untuk Irriducibili Lazio dan jika ada pertandingan Roma maka tribun utara akan kosong begitu juga sebaliknya. Begitu juga dengan kelompok supporter lainnya antara ultras Inter dan ultras Milan memiliki tempatnya masing-masing di tribun utara atau selatan sama halnya dengan ultras Torino dan Drughi Juventus. Satu hal yang telah menjadi hukum alam bagi persepakbolaan Italia adalah, ”TRIBUN UTARA DAN SELATAN HANYA MILIK ULTRAS” dan TRIBUN BARAT DAN TIMUR HANYA UNTUK SUPPORTER BIASA. Juga berlaku untuk supporter di Liga Inggris, dan Liga Spanyol.</p>
<p>2. Nama Klub Sepakbola Indonesia<br />
Sebenarnya lebih menarik untuk membahas kondisi internal klub Indonesia (finansial, dukungan APBD Daerah, dan profesionalitas) daripada membicarakan nama klubnya itu sendiri. Tapi setidaknya hal nama telah menjadi sesuatu yang menarik buat saya. Mungin hampir 70 % klub sepak bola baik di Divisi Utama atau divisi dibawahnya yang memakai nama awalan Per-. Persija, Persita, Persib, Persitara, Persikota, Persema, Persebaya dapat diambil sebagai contoh mudahnya, selain itu singkatan juga banyak terdapat dalam kamus sepakbola kita mulai dari PSMS, PSM, sampai PKT. Hal itu sih nggak ada salahnya dan kata Sheakspeare, ”What is the name?”. Nama bukan menjadi sebuah hal mutlak disini. Walaupun singkatan tersebut kadang tidak cocok untuk di jabarkan, Persita mempunyai arti Persatuan Sepak Bola Tangerang namun kok bisa jadi Persita, huruf “i”-nya apa artinya? Atau hanya sekedar pelengkap untuk membuat singkatan tersebut lebih enak diucapkan dan dibaca. Coba anda tanyakan kepada supporter Fiorentina yang harus berdemo menolak perubahan nama Fiorentina ketika klub tersebut dinyatakan bangkrut dan harus mengganti namanya demi tuntutan profesionalitas di tahun 2002. Selain itu nama klub Indonesia juga sarat pemborosan kata, ketika kita menyebut Persija kita juga harus menyebutnya menjadi Persija Jakarta untuk memperjelas kata-katanya dan agar pihak awam mengerti bahwa Persija itu dari Jakarta, tapi kalau dijabarkan persingkatan maka Persija Jakarta akan manjadi Persatuan Sepak Bola Jakarta Jakarta. Dan berapa lama juga orang asing akan mengingat klub kita jika semua awalannya adalah Per- dari Sabang sampai Merauke. Akan lebih enak jika disebutkan Jakarta, Palembang, Medan, Tangerang, Surabaya. Selain nama daerah lebih terangkat juga menyederhanakan kerumitan.</p>
<p>Akhir kata, semua hal diatas hanyalah sebuah refleksi dan keprihatinan pribadi dari seorang pencinta sepakbola yang mungkin memiliki pemikiran yang berbeda dari kebanyakan masyarakat pada umumnya. Sepakbola di Indonesia memiliki tradisi yang panjang dan penuh kekelaman sehingga pada akhirnya juga memunculkan fenomena-fenomena seperti yang dijabarkan diatas. Kita tidak bisa menyalahkan tradisi, karena tradisi sendiri berasal dari norma-norma masyarakat yang diciptakan oleh masyarakat sendiri. Bukan salahmu dan juga bukan salah kita semua. Itulah tradisi dan sayangnya tradisi sepakbola seperti inilah yang berkembang di Indonesia. <a href="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/ina-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-142" title="ina 2" src="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/ina-2.jpg?w=131&#038;h=98" alt="" width="131" height="98" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferdykumbolo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferdykumbolo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferdykumbolo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferdykumbolo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ferdykumbolo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ferdykumbolo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ferdykumbolo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ferdykumbolo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferdykumbolo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferdykumbolo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferdykumbolo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferdykumbolo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferdykumbolo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferdykumbolo.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferdykumbolo.wordpress.com&amp;blog=10749312&amp;post=117&amp;subd=ferdykumbolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferdykumbolo.wordpress.com/2009/11/03/suporter-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80022662ea7a3860b24b24dfa14a516d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ferdykumbolo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/ina.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferdykumbolo.files.wordpress.com/2009/12/ina-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ina 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
